Mengenai Saya

Foto Saya
Argo Mino Arum telah berdiri sejak hari Selasa tanggal 6 Juni 2006. Pendirian kelompok ini atas dasar pertemuan yang dilakukan di serambi Masjid Al-Falaah Semaken, Banjararum, Kalibawang Kulon Progo. Pendirian ini didasarkan atas pentingnya wadah untuk ajang silaturahmi dan pengelolaan budidaya perikanan itu sendiri agar menjadi suatu perikanan yang tangguh, handal, dan berpotensi. Pendirian ini tidaklah lepas atas dukungan dan binaan dari Kelompok Budidaya Perikanan Trunojoya Wates dan Kelompok Budidaya Perikanan Argomino Nanggulan. Argo Mino Arum beranggotakan dari para pembudidaya ikan yang berada si seputaran Desa Banjaraum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo

Jumat, 15 Januari 2010

KEUNGGULAN KOLAM TERPAL

Kita bahas kali ini keunggulan kolam terpal menurut pengalaman kelompok kami
Dari berbagai kejaian budidaya yang kali lakukan ada beberapa keunggulan kolam terpal dan kekuaranggannya.
Keunggulan :
1. Jelas dengan kolam terpal kita dapat berbudidaya perikanan dengan air yang hemat. Baik dalam dataran tinggi yang susah dengan irigasi air. Ataupun budidaya dalam kondisi tanah yang porus. Seperti yang dialami oleh kelompok Argo Mino Arum. Daerah dataran tinggi tanah kering dapat dibuat kolam budidaya gurami dan lele. Dengan menggunakan kolam terpal dan pemanfaatan air seadanya, memungkinkan budidaya tersebut.
2. Keunggulan lain adalah air kolam yang tidak terhubung dengan tanah. Sehingga dalam kondisi tanah yang basa ataupun asam. Air kolam dapat terpisah dan dapat diatasi kadar phnya. Dalam lahan gambut pun kolam terpal dapat dimanfaatkan sebagai alternatif yang baik
3. Hemat biaya bila dibandingkan dengan kolam semen. Jelas
4. Suhu air yang relatif atabil. Keunggulan kolam terpal adalah suhu air yang relatif lebih stabil. Ini terbukti dari pengalaman kami. Dalam musim-musim sulit (juni, juli, dan agustus) ketika fluktuasi suhu antara sing dan malam tinggi. Air dalam kolam terpal dapat mengatasi hal tersebut. Dengan fluktuasi suhu udara antara 21 - 37 C kolam air kolam terpal dapat bertahan dengan fluktuasi 24 - 29 C. Kenapa?? Karena kolam terpal memiliki sifat termos. Dengan warna perak yang ditaruh diatas. Maka kolam dapat menahan suhu air dengan baik. Begitu juga pemanfaatan sekam padi dalam pembuatan kolam terpal. Hal ini memperhangan air ketika malam hari.
5. Penanganan dari hama dan penyakit lebih mudah. Kolam terpal dapat meng isolasi air bercampur dari kolam satu dengan lainnya. Sehingga dapat meminimalisir penyebaran penyakit dan penularannya. Dari hama pun seperti itu. Ular, Katak, dan Regul, relatif lebih medah mengatasinya.
6. Kolam terpal baik digunakan untuk penebaran bibit ukuran apapun. Biasanya dalam kolam tanah, penebaran benih ukuran kecil memiliki masalah dalam survival rate-nya. Kita tebar 10.000 ekorbenih, tanpa ada amaslah dalam budidaya, hanya bisa panen 1000-1500 ekor. Lha ini sering membingungkan. Dalam kolam terpal hal ini tidak terjadi. Mengapa? Karena hal itu terjadi akibat kematian ikan yang tidak terkontrol. Ikan yang mati (bibit kecil) biasanya tenggelam. Setelah 3-4 jam baru ikan mulai terapung di permukaan kolam. Dalam kolam tanah. Bibit yang tenggelam ini tidak terapung karena terperosok dalam lumpur permukaan kolam. Dalam kolam tanah ikan yang mati pasti akan mengapung. Sehingga kontrol jumlah dan penanganan dapat dilakukan.
Lah ini adalah keunggulan kolam terpal. Untuk kekurangannya saya kira tidak begitu menjadikan banyak masalah. Selamat mencoba kolam terpal. (Arman)

Minggu, 08 November 2009

Kolam Ter[al Dan Teknologinya

Bagi Anda yang mempunyai lahan yang kurang dapat menahan air alias porous, kolam terpal bisa jadi sebuah solusi tepat untuk memelihara ikan. Wagiran, petani ikan di Desa Toyan, Kel. Triharjo, Kec. Wates, Kab. Kulon Progo, Yogyakarta, telah membuktikannya. Meskipun airnya tidak mengalir, kolam terpal dapat dimanfaatkan untuk memelihara gurami, mulai dari pemijahan, penetasan, pendederan, hingga pembesaran.
Pentingnya Penyiponan
Penggunaan kolam terpal dalam budidaya ikan memberikan beberapa keuntungan, yaitu gampang dikeringkan, dibersihkan, dan dipanen. Selain itu, gurami yang dihasilkan pun tidak berbau lumpur. Ini yang menyebabkan gurami dari kolam terpal lebih disukai pedagang maupun konsumen.
Kunci keberhasilan budidaya gurami dengan kolam terpal adalah kedisiplinan dalam membersihkan dasar kolam (menyipon) dan pemberian sekam padi sebagai alas terpal. Selain itu, probiotik, garam, dan ketersediaan tetes (molase) dalam pendederan juga tidak boleh ditinggalkan.
Penyiponan adalah suatu keharusan karena tanpa tanah dasar, kotoran tidak mungkin bisa terurai sehingga harus dikeluarkan, minimal 30 hari sekali, “Jika telat menyipon, gurami berbobot tujuh ons saja bisa habis,” tegas ayah satu anak ini. Menurut Wagiran, meskipun waktu panen tinggal menghitung hari, kalau waktunya disipon, ya harus dikerjakan. Pembersihan dasar kolam mencukupi bila tinggi air menyusut sekitar 20—30 cm, selanjutnya ditambah air baru sampai ke ketinggian semula.
Wagiran selalu membuat kolam dengan kedalaman air 90—100 cm dan luas 4 m x 8 m karena terpal yang ada di pasaran berukuran 6 m x 10 m. Sisa terpal, sebanyak dua meter digunakan untuk membuat dinding yang tersusun dari batako, batu bata, atau kayu. Namun, menurut pengalaman dia, cara yang paling murah dengan menggali lubang. Biaya pembuatannya hanya sekitar Rp500 ribu per kolam. Ketebalan terpal yang bisa digunakan adalah A5 atau A6 yang mampu bertahan hingga lima tahun.
Kedisiplinan penyiponan dapat meningkatkan kepadatan dengan waktu panen dan berat yang sama. Padat tebar pembesaran gurami di kolam tanah hanya 6 ekor per m3 dengan benih berukuran 250 gram per kg. Pada kolam terpal, Wagiran berani menebar hingga 10 ekor per m3. Menurutnya, pada kolam tanah terjadi penumpukan amonia dan racun sisa pakan di dasar kolam sehingga ikan tidak berani menyelam lebih dalam. Akibatnya, ruang gerak menjadi lebih sempit. Sedangkan pada kolam terpal, kumpulan racun dan amonia dapat diminimalkan dengan penyiponan yang teratur.
Pentingnya Sekam
Penggunaan sekam padi sebagai alas terpal merupakan hasil temuan Wagiran. Sekam berfungsi melindungi ikan dari goncangan suhu, terutama saat musim pancaroba. Selain stres, ikan juga mengeluarkan lebih banyak energi guna melawan hawa dingin. Menurut teori, enam persen cadangan energi dibongkar untuk keperluan tersebut. Alhasil, waktu panen bisa mundur 1—1,5 bulan untuk mendapatkan bobot sama dengan gurami yang dipelihara pada cuaca normal.
Sekam tersebut dihamparkan setebal 10—15 cm di bawah terpal, kemudian dikucuri air seperlunya. Proses dekomposisi sekam akan menghasilkan panas yang dapat merambat ke air kolam hingga ketinggian satu meter. Dengan demikian, suhu air kolam lebih stabil. “Sekam berfungsi sebagai stabilisator,” tegas Wagiran. Sekam bisa bertahan selama lima tahun sehingga penggantiannya bisa berbarengan dengan penggantian terpal.
Proses penyiapan kolam terpal sangat sederhana. Kolam baru atau lama dibersihkan kemudian diisi air setinggi 90 cm. Kolam kemudian ditaburi garam sebagai antimikroorganisme 200 gram per m3 air dan diberi pupuk katalis plankton berupa urea 100 gram per m3 air. Kolam lalu didiamkan selama satu minggu sehingga plankton tumbuh sempurna. Setelah itu benih gurami bisa ditebar.
Kepadatan untuk pemijahan sebanyak satu set per 4 m x 4 m yang terdiri seekor jantan dan lima ekor betina. Tigapuluh hari setelah induk gurami bertelur, kolam disipon diganti airnya secara keseluruhan. Wagiran tidak memberikan dedaunan bergetah putih, seperti pepaya, dalam keadaan segar pada induk guraminya. Berdasarkan pengalamannya, getah putih dapat menyebabkan penurunan daya tetas telur. Sebaliknya, induk diberi daging sapi secukupnya setiap 30 hari yang bermanfaat untuk menambah ketercukupan protein induk. Hasilnya, telur gurami berwarna kuning keemasan dengan daya tetas lebih dari 90%.
Untuk pendederan benih gurami ukuran biji oyong, kepadatannya 5.000 ekor per petak. Dari jumlah itu, dipanen sekitar 4.000 ekor benih ukuran silet sebulan kemudian. Pendederan gurami menghasilkan keuntungan paling besar. Ongkos produksi yang meliputi pakan dan benih per petak hanya sekitar Rp1 juta. Sementara harga benih ukuran silet mencapai Rp650 per ekor sehingga keuntungan mencapai Rp1,5 juta per siklus. Penggunaan molase sangat dibutuhkan dalam pendederan karena mineral yang dikandungnya dapat dimanfaatkan benih untuk bertahan dari goncangan suhu dan pH air. Dosisnya 200 cc per petak.
Jika benih yang ditebar seukuran silet, kepadatannya 1.500 ekor per petak dan dalam waktu 2,5—3 bulan rata-rata diperoleh 1.400 ekor benih ukuran tiga jari. Kalau yang ditebar gurami ukuran tiga jari, kepadatannya sekitar 750—800 ekor per petak. Dengan model pemeliharaan ini, tingkat kematian ikan hanya sekitar 5%. Asalkan, pembudidaya berdisiplin menyipon, melakukan penggaraman, menggunakan probiotik dan molase pada saat pendederan.
Sumber:harimurtiana.wordpress.com

Kamis, 15 Oktober 2009

SIPON KOLAM TERPAL

Selang air diameter 1,5 inci disiapkan, salah satu ujungnya diletakkan di tempat yang lebih rendah daripada dasar kolam (kalau memungkinkan pada saluran air) dan Ujung yang lain dicelupkan ke kolam. Kemudian ujung yang di luar kolam kemudian disedot hingga air kolam mengalir.
Setelah air mengalir, ujung selang yang di dalam kolam ditenggelamkan hingga ke dasar. Sambil ujung selang digeser/digerak-gerakkan sehingga endapan kolam tersedot keluar bersama air dasar kolam. Hal itu terus dilakukan di seluruh bagian kolam, hingga air yang keluar tidak mengandung endapan lagi.
Kalau sudah lihai, pada kolam dengan kedalaman air 90 cm, Setelah sifon air hanya berkurang 20 - 30 cm saja. Setelah itu, air kolam ditambah dengan air baru. Untuk mencegah masuknya penyakit Baru
air baru itu, kolam ditaburi garam 100 gram/ml.
Untuk lebih bagusnya lagi, buatlah alat khusus pengyponan dengan pralon 1,5 inchi yang dibuat bentuk menyerupai huruf T dengan lebar Tnya sekitar 0,5 meter, Lalu beri lubang diameter 1cm pada Tnya yang banyak menyerupai saringan, Ujung t yang satunya dihubungkan dengan selang pembuangan, sehingga penyedotan dapat dilakukan dengan lebih baik dan lebih efisien. Sapukan pipa pralon T tersebut ke dasar kolam menyerupai orang menggunakan penyedot debu. Secara pinsip, proses penyiponan adalah penyedotan kotoran-kotoran yang berada di dasar kolam terpal.
Menurut Wagiran, cara ini menghilangkan kotoran dan amonia dasar kolam yang bisa mengganggu kehidupan gurame. "Selain itu, kotoran juga sarang bakteri pengganggu," tandasnya. Sehingga, meskipun gurame sudah besar, sifon harus tetap dilakukan. "Kalau kolam tanah, kotoran dan amonia relatif bisa dinetralisasi secara alami oleh tanah dan mikroorganisme didalamnya. Itu yang tidak mungkin terjadi di kolam terpal papar mantan penghuni panti rehabilitasi narkoba ini.
Menurut pengalamannya, terlambat sifon 10 hari saja, gurame sudah Wenger (lemas). Seorang temannya pernah nekat tidak menyifon kolam karena gurame akan dipanen 20 hari dari jadwal sifon. "Dua minggu kemudian tiba-tiba gurame lemas dan akhirnya tengah malam mengambang. Padahal tidak ada tanda-tanda sakit," kisahnya. Akhirnya ia terpaksa memanen gurame satu pick up tengah malam. "Dijual sebisanya, yang penting dapat menekan kerugian," kata Wagiran.
Menurut Wagiran, ada beberapa keuntungan aplikasi kolam terpal pada budidaya gurame. Pertama, kolam mudah dibersihkan dan dikeringkan sehingga mata rantai penyakit bisa diputus. Kedua, panen gurame lebih mudah karena petakannya tidak luas. Ketiga, gurame tidak berbau lumpur karena kolam bebas kotoran. "Bakal (pedagang) ikan lebih suka gurarne eks terpal ini, karena disukai konsumen," tegasnya.
Untuk pembesaran, kolam terpal ukuran 4 x 8 M2 dengan kedalaman 90 cm biasa diisi 350 ekor benih size 4 ek/ kg. "Kepadatannya 10 ek/m2, lebih tinggi dari kolam tanah yang rata-rata 6 ekor /m2," sebutnya. Kepadatan kolam terpal lebih tinggi karena selalu disifon sehingga kadar amonia kolam rendah, dan terjadi sirkulasi air meski hanya sebulan sekali seusai sifon. Gurame pun menyebar baik di atas maupun di dasar kolam. Sedangkan di kolam tanah, gurame terkonsentrasi di permukaan karena di dasar kolam kadar amonia nya tinggi.

Rabu, 10 Juni 2009


"Dari berbagai riset, probiotik memang terbukti bagus untuk pemeliharaan air kolam dan pemacu pertumbuhan ikan. Karena ada introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan ikannya juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit. Yang lebih pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena probiotik juga merangsang nafsu makan ikan," jelas Ir. Gandung Hardaningsih, pakar gurami dari Jurusan Perikanan Universitas Gadjah Mada.
Probiotik itu ibarat benteng pertahanan diri sehingga sebaiknya diberikan sejak dini. Begitu bibit mau masuk kolam, tiga hari sebelumnya air kolam harus diguyur probiotik lebih dahulu agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton. Selanjutnya, pemberian probiotik untuk pemeliharaan air ini cukup dua minggu sekali saja. "Jadi, semacam imunisasi lebih awal lebih bagus. Jangan menunggu kondisi kolam jelek dan ikan stress atau terserang penyakit. Maka hasil panen pasti jauh lebih bagus," tambah Himawan.
Bukti bahwa aplikasi probiotik sangat efektif juga diakui Jumadi, petani gurami desa Ceme, Sanden, Bantul. Saat ia melihat di kolamnya banyak gurami yang stres dan ngambang bahkan beberapa mati. Secepatnya ia mengguyurkan sebotol probiotik Nature campur segenggam gula pasir ke kolamnya. Keesokan harinya air kolam kembali hijau jernih dan semua guraminya sehat kembali.
"Biasanya satu hari pasti ada yang mati 5-10 ekor. Padahal ikan sudah ukuran kilon. Ruginya kan banyak. Setelah diberi probiotik langsung sehat semua. Tidak ada yang mati lagi dan selamat sampai panen. Sekarang pemberian nature saya ulang tiap dua minggu sekali tanpa menunggu ada gejala penyakit menyerang. Ibaratnya saya sudah fanatic dengan pemakaian probiotik karena buktinya sudah nyata," jelas pemilik 10 kolam gurami pembesaran ini.
dikutip dari harian KR edisi ??

Kolam Terpal


Membaca tulisan ”Kolam Terpal” pasti akan terbayang bahwa yang dimaksud adalah
bentuk kolam yang terbuat dari bahan terpal. Dan memang seperti itulah kolam
terpal yaitu kolam yang terbuat dari terpal yang tidak tembus air.
Kolam terpal dapat digunakan untuk pemeliharaan ikan, tanaman air, penampung
air, dll. Jika dibandingkan dengan kolam semen yang pasti kolam terpal ini sangat
murah dari sisi harganya, sangat mudah dan cepat dalam pemasangannya.
Banyak peternak ikan hias dan konsumsi menggunakan kolam terpal. Termasuk
saya. Hampir semua kolam ditempat saya menggunakan kolam terpal ini
Kolam terpal dapat dipakai hingga 2thn bahkan lebih. Tergantung pemakaian.
Berdasarkan pengalaman saya bahkan hingga 3 thn kolam terpal tetap kuat dan
dapat terus digunakan.
Untuk pemasangan kolam terpal pada lantai yang tidak berupa tanah/plesteran/ubin
terlebih dahulu harus dibuat rangka kolam. Rangka kolam ini dapat terbuat dari besi
berlubang, besi berongga, kayu atau bambu. Selanjutnya kolam terpal di letakan di
dalam rangka yang sudah dibuat.
Untuk pemasangan kolam terpal pada lantai yang berupa tanah dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
1. Terlebih dahulu dibuat rangka kolam dengan cara memasang tiang-tiang
penahan yang terbuat dari bambu/kayu kaso dimana tiang tersebut
ditancapkan kedalam tanah dengan cara di cor agar kuat dan agar tiang tidak
mudah lapuk.
2. Dibuat pagar bambu untuk menahan tiap sisi-sisi kolam
3. Selanjutnya alasi lantai sebelum kolam diletakan. Tujuannya adalah untuk
menghindari keberadaan benda-benda tajam pada lantai yang dapat merusak
kolam terpal. Untuk alas dapat menggunakan karpet, sekam padi, dll
4. Setelah itu kolam dimasukan kedalam rangka kolam yang sudah di buat
dan ikatkan pada rangka kolam
Rangka kolam menggunakan bambu
Tiang penahan
Masalah yang sering ditemukan pada kolam terpal adalah kebocoran akibat robek
pada tiap lipatan dan akibat gigitan tikus. Untuk memperbaiki kolam yang robek
dapat menggunakan lem aibon. Dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Keringkan kolam terpal
2. Amplas pada sisi-sisi bagian yang bocor lalu oleskan lem
3. Siapkan sepotong terpal untuk menambal bagian yang bocor, amplas dan
kemudian oleskan lem
4. Biarkan selama 5 menit
5. Tempelkan sepotong terpal tadi pada bagian yang bocor
6. Setelah 1 jam kolam sudah dapat digunakan kembali

Selasa, 02 Juni 2009

Produksi Kami


PRODUK YANG DIHASILKAN
Pokdakan Argo Mino Arum Memiliki hasi berupa bibit gurami. Bibit gurami yang kita hasilkan memiliki berbagai keunggulan. Sesuai dengan budidayanya keunggulan yang paling utama dari bibit gurami kami adalah ketahanan dan kekebalan terhadap lngkungan yang buruk bila dibandingkan dengan bibit gurami yang lainnya. Selain dari itu kita memilih jenis bibit gurami yang cepat berkembang yaitu jenis bibit gurami soang dan blausafir. Penggunaan probiotik dan vitamin C yang baik juga membuat bibit gurami yang kita hasilkan menjadi memiliki kekebalan tubuh yang baik.
Kualitas menjadi kunci pokok dari produk bibit gurami yang kita hasilkan, akan tetapi selain itu kuantitas juga menjadi bagian penting. Besarnya ukuran standar yang kadang menjadi subyektif dalam hal produk bibit gurami. Dan juga jumlah dalam pelayanan pemasaran juga akan kita perhatikan. Produk bibit gurami yang dihasilkan berkualitas tinggi.
1. BIBIT GURAMI KUKU
Bibit gurami kuku merupakan bibit terkecil yang kita pasarkan. Bibit gurami ini dapat ditransportasikan jarak jauh. Sistem pengangkutannya menggunakan plastik polytiline, Untuk pengangkutan jarak jauh antar pulau dilakukan dengan pengiriman melalui kargo pesawat udara port to port. Bibit gurami dibungkus dalam plastik beroksigen lalu dimasukkan ke dalam stereofoam ukuran standart. Kemampuan bibit dengan metode pengangkutan ini bertahan dengan baik sekitar 12 jam perjalanan. Pakan terbaik dari bibit gurami kuku adalah cacing sutera, dapnia, artemia atau pakan alami lainnya, akan tetapi dapat pula diberikan pakan buatan berupa pellet ukuran serbuk yaitu pellet D-O dengan kadar protein 40%. Selain dari pemasaran lokal dalam pulau Jawa, Pengiriman luar Pulau yang sering kita lakukan adalah ke Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Bibit gurami kuku masih kita bagi berdasarkan ukurannya :

Panjang Umur Isi Stereofoam Keterangan Harga
cm Hari (ekor) Sebutan Umum (Rp)
1,5 21 4000 ukuran 3/4 0,73 " nego !!
2 28 3600 ukuran 3/5 1 " nego !!
2,5 35 3000 ukuran 4/6 1,25 " nego !!
3 42 2400 ukuran 5/7 1,5 " nego !!


2. BIBIT GURAMI JEMPOL
Bibit gurami ukuran jempol merupakan bibit gurami dengan umur gurami 2 bulan. Berat rata-rata bibit guramu jempol adalah 10 gram. Panjang dari bibit ini 3-4 cm. Bibit gurami ukuran jempol menggunakan pakan buatan pellet ukuran butiran 1 mm dengan kadar protein sekitar 38%. Pellet yang sering digunakan adalah F-999, PA Super ataupun merek lainnya. Sistem pengangkutan bibit gurami ukuran jempol dapat dilakukan dengan pangangkutan ikan terbuka dengan jerigen yang berisi 500 ekor. Untuk pengiriman jarak jauh kita menggunakan metode pengangkutan tertutup dengan kantong palstik yang beroksigen, setiap kantong plastik sedang kita isi 250 ekor. Pengiriman bibit gurami ukuran jempol dapat dilakukan antar pulau pula dengan menggunakan kargo pesawat udara port to port. Untuk setiap stereofoam kita isi dengan 1200 ekor bibit gurami ukuran jempol. Pengiriman luar Pulau yang sering kita lakukan adalah ke Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

3. BIBIT GURAMI SILET
Bibit gurami ukuran silet merupakan bibit yang banyak digemari oleh para pendeder bibit gurami, ukuran ini merupakan ukuran favorit dikarenakan ukuran ini sistem pemeliharaan dan mortalitasnya sudah mendekati bibit gurami ukuran besar. Panjang bibit ukuran ini adalah 5-6 cm. Bobot dari bibit ukuran silet rata-rata adalah 20 gram. Umur bibit gurami ukuran silet berkisar 90 hari. Pakan bibit gurami silet adalah pakan buatan pellet ukuran 1-2mm, seperti F-999, SPLA-2, 781-2 atupun merek lainnya. Dapat pula diberikan pakan hijau daun yang lembek, seperti daun talas muda, daun ketela muda, dll. Pengangkutan dilakukan dengan metode terbuka jerigen satu diisi 300 ekor bibit. Dengan pengangkutan ini ketahanan lama pengiriman mencapai 12 jam perjalanan lebih.

4. BIBIT GURAMI KOREK
5. BIBIT GURAMI ROKOK
6. BIBIT GURAMI 4 JARI
7. BIBIT GURAMI TAMPELAN
8. BIBIT GURAMI KILOAN

Hasil produksi kami yang utama adalah bibit gurami dengan berbagai ukuran, akan tetapi selain dari pada itu kita juga melakukan kerja sama terhadap petani pembenih lain yang memproduksi bibit ikan selain gurami yaitu bibit bawal, bibit lele, bibit nila, bibit garkap, dan bibit patin.
9. BIBIT BAWAL
Bibit bawal yang kita pasarkan adalah bibit bawal ukuran kecil, dari ukuran larva, burayak, dan ukuran inchinan. Bibit tersebut merupakan produksi dari petani pembenih yang ada di lokasi sekitar. Sistem pengiriman dari benih bawal dilakukan dengan menggunakan kantong palstik beroksigen. Kapasitas kantong plastik sesuai dengan ukuran dan jarak tempuh pengiriman. Pengiriman luar pulau Jawa juga kita lakukan dengan menggunakan transportasi pesawat udara.
10. BIBIT LELE
Bibit lele yang kita pasarkan adalah dari jenis lele sangkuriang. Bibit lele mulai dari ukuran 2-3 cm hingga ukuran 5-7 cm kita pasarkan. Untuk pengiriman jarak jauh hanya bibit ukuran 2-3cm, dan 3-4 cm saja. Pengiriman juga dilakukan dengan transportasi udara menggunakan wadah kantong plastik yang dimasukkan stereofoam. Bibit ukuran pembesaran 4-6 cm dan 5-7 cm dipasarkan langsung ke petani pembesar dengan transportasi menggunakan jerigen plastik.
11. BIBIT NILA
12. BIBIT GRASKAP
13. BIBIT PATIN


POKDAKAN
“ARGO MINO ARUM”


1. NAMA
Kelompok ini bernama Kelompok Budidaya Perikanan “Argo Mino Arum”

2. SEJARAH BERDIRINYA
Argo Mino Arum telah berdiri sejak hari Selasa tanggal 6 Juni 2006. Pendirian kelompok ini atas dasar pertemuan yang dilakukan di serambi Masjid Al-Falaah Semaken, Banjararum, Kalibawang Kulon Progo. Pendirian ini didasarkan atas pentingnya wadah untuk ajang silaturahmi dan pengelolaan budidaya perikanan itu sendiri agar menjadi suatu perikanan yang tangguh, handal, dan berpotensi.
Pendirian ini tidaklah lepas atas dukungan dan binaan dari Kelompok Budidaya Perikanan Trunojoya Wates dan Kelompok Budidaya Perikanan Argomino Nanggulan. Argo Mino Arum beranggotakan dari para pembudidaya ikan yang berada si seputaran Desa Banjaraum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

3. LATAR BELAKANG
a. Letak Geografi
Argo Mino Arum berada di wilayah Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Sentra dari budidaya ikan ada di daerah dusun Semaken III. Desa Banjararum berbatasan dengan Desa Banjarasri di sebelah utara, Kecamatan Nanggulan di sebelah selatan, Kecamatan Samigaluh di sebelah barat dan Sungai Progo di sebelah timur.
Dengan kondisi geografi yang rata-rata tidak dapt terjangkau oleh saluran irigasi dari selokan Kalibawang, Argo Mino Arum lebih banyak menerapkan pola perikanan dengan menggunakan air tenang. Dalam artian jenis kolam yang digunakan adalah kolam semen ataupun kolam terpal, agar tidak terlalu banyak membutuhkan air.
b. Kondisi Sosial Ekonomi
Masyarakat desa lebih banyak merupakan petani. Petani di Desa Banjararum banyak yang merupakan petani holtikultura, mengingat kawasan ini merupakan kawasan yang memang dicanangkan untuk dapat menuju desa Agropolitan.
Secara ekonomi tergolong banyak masyarakat dengan tingkatan ekonomi menengah dan ekonomi bawah. Dengan ekonomi yang pas-pasan masyarakat berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara sosial, masyarakat merupakan masyarakat desa yang masih mengikat erat rasa kekeluargaan, gotong royong, dan tenggang rasa.

4. VISI
a. Meningkatkan kondisi ekonomi
b. Meningkatkan gizi masyarakat
c. Menggali potensi perikanan yang dapat dikembangkan.

5. MISI
a. Membudidayakan perikanan terutama gurami sehingga keuntungan dapat menambah pendapatan keluarga
b. Memanfaatkan lahan untuk budidaya perikanan dengan teknologi tepat guna metode air tenang.
c. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia menuju manusia yang mandiri, sukses, dinamis dan produktif.

6. KEGIATAN
• Budidaya
Budidaya perikanan yang dilakukan oleh Argo Mino Arum adalah sistem air tenang. Pengunaan teknologi dengan metode air tenang dilakukan dengan penjagaan kualitas air dalam budidaya. Penjagaan ini dilakukan dengan sipon dan dengan pengunaan probiotik secara berkala.
Penggunaan metode air tenang diambil karena kondisi geografi dari kolam budidaya yang tidak dapat dialiri oleh air irigasi. Akan tetapi dengan teknologi, masalah perikanan yang rata-rata menggunakan air sumurpun dapat dilakukan. Dengan menggunakan air sumur yang dipompa dengan tenaga listrik dan tenaga penggerak motor bensin, budidaya dilakukan semaksimal mungkin dan ternyata masih memiliki nilai ekonomi yang sangat menjanjikan.
Gurami menjadi pilihan dalam budidaya perikanan, mengingat gurami yang memiliki labirin dalam proses pernapasan, sehingga dapat dibudidayakan dalam metode air tenang. Pemilihan sektor budidaya pada segmen pembibitan. Sektor ini dipilih karena pembibitan lebih menghemat air bila dibandingkan dengan pembesaran, dan sektor ini lebih menguntungkan dalam analisis usahanya.
• Teknologi
Penggunaan garam merupakan salah satu cara terbaik untuk memekan patogen dan bibit penyakit yang ada dalam air kolam. Garam dengan kadar 200 gram per meter kubik aie menjadi sebuat cara untuk memperoleh hasil budidaya gurami yang jauh dari penyakit terutama jamur. Dengan salinitas yang tinggi tersebut kemungkinan patogen berkembang dapat ditekan.
Pemberian probiotik dalam air dan pakan juga merupakan faktor teknologi yang kita gunakan. Probiotik sebagai bakteri pengurai dari amoniak membuat suatu keseimbangan lingkungan air agar air tidak tercemari oleh amoniak yang dikeluarkan oleh ikan berupa kotoran. Selain itu vitamin C dan B yang diberikan kepada ikan menambah kekebalan tubuh ikan dan menamnbah nafsu makan ikan sehingga perkembangan menjadi lebih baik.
Gurami menjadi pilihan dalam budidaya perikanan, mengingat gurami yang memiliki labirin dalam proses pernapasan, sehingga dapat dibudidayakan dalam metode air tenang. Pemilihan sektor budidaya pada segmen pembibitan. Sektor ini dipilih karena pembibitan lebih menghemat air bila dibandingkan dengan pembesaran, dan sektor ini lebih menguntungkan dalam analisis usahanya.
• Kolam
Kolam yang digunakan oleh Argo Mino Arum sebagian besar adalah kolam terpal. Terpal relatif murah harganya bila dibandingkan dengan kolam permanen. Umur terpalpun lumayan tahan lama yaitu 4 tahun pemakaian, bahkan bisa lebih jika perawatannya baik. Pemakaian kolam terpal ini didasari atas sulitnya air dari kondisi yang ada.
Kepemilikan kolam adalah kolam probadi. Kelompok dijadikan wadah dalam hal silaturahmi, pemasaran, dan dalam hal kerjasama dengan berbagai pihak yang berhubungan dengan perikanan. Saat ini sudah terdapat 875 kolam yang 840 diantaranya adalah kolam terpal. Total luasan kolam yang telah ada adalah 8.634 m2, Yang lebih dari 95% aktif dan digunakan untuk budidaya.
• Produksi
Bibit grameh diproduksi oleh Argo Mino Arum. Rata-rata produksi setiap bibit gurame 160.000 ekor pada berbagai ukuran setiap bulannya. Pola segmentasi yang diarahkan oleh kelompok menjadi pilihan ketika pembibitan gurami. Dengan segmentasi yang terarah ini dimaksudkan agar tidak terjadi produksi yang berlebihan dan dapat dilakukan segmentasi antar anggota dengan baik.
Bibit gurami yang dihasilkan Argo Mino Arum meliputi berbagai ukuran. Ukuran bibit gurami meliputi :
 Kuku
 Jempolan
 Silet
 Korekan
 Rokokan
 4 Jari
 Tampelan
Bibit gurami juga diproduksi dengan pemanenan pola ditimbang (kiloan). Bibit yang ditimbang ini merupakan bibit ukuran besar, yaitu bibit diatas 200 gram.
Produksi Argo Mino Arum merupakan produk gurami dengan banyak keunggulan, salah satunya adalah ketahanan bibit dalam kondisi air yang relatif kotor, sehingga memiliki ketahanan yang baik terhadap lingkungan yang ada. Produksi diarahkan pada kualitas dan kuantitas yang baik. Kualitas meliputi jenis dari spesies bibit, yang dimana bibit gurami adalah jenis blausafir, soang. Dari sisi kuantitas, ukuran bibit menjadi pokok penting dari penebaran maupun penanganan panen.
• Pemasaran
Pemasaran dilakukan secara langsung oleh Argo Mino Arum. Fungsi kelompok dalam silaturahmi tentang pasar yang ada menjadi kunci penting dari pemasaran. Pemasaran bersifat terbuka, yang artinya dapat melakukan transaksi kapanpun dan oleh siapapun, akan tetapi kontrol dari Argo Mino Arum adalah dalam permasalahan harga dan kapasitas produksi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi persaingan harga yang merugikan dan juga mengatasi adanya kelebihan dan kekurangan produksi.
Pembeli bibit Argo Mino Arum dapat berupa petani pendeder dan petani pembesar. Pembeli yang merupakan pelanggan diberikan pelayanan lebih dalam kontinyuitas bibit. Pembeli yang merupakan target pasar langsung dari Argo Mino Arum adalah petani di sekitar lokasi yaitu di Minggir, Moyudan, Tempel, Muntilan, Magelang, dan seputar Kulon Progo. Adapun pasar yang merupakan luar daerah juga terjangkau oleh Pokdakan Argo Mino Arum seperti daerah Klaten, Sragen, Banjarnegara, Cilacap, Purwokerto, dan Tasikmalaya. Pasar daerah lain pun masih sangat terbuka dalam hal ini.
Selain dari pasar dalam pulau, untuk bibit ukuran kecil (dibawah silet) Pokdakan Argo Mino Arum juga melayani luar pulau. Dengan pengiriman melalui udara dan bekerja sama dengan kargo, layanan samapi diluar pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau lain yang dapat terjangkau.
Selain dari pemasaran tersebut, Argo Mino Arum memiliki mitra pasar dengan kelompok budidaya perikanan. Kelompok mitra tersebut adalah Pokdakan ArgoMino (Nanggulan), Pokdakan Trunojoyo (Wates), Pokdakan Tombo Ati (Galur), Koperasi Mina Prospek Mandiri (Kulon Progo), dan Pokdakan lain di seputar Kulon Progo.

7. KEANGGOTAAN
Keanggotaan Argo Mino Arum terdiri dari masyarakat Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo dan sekitarnya yang terdaftar sebagai anggota Kelompok Budidaya Perikanan “Argo Mino Arum”. Hingga saat ini anggota Argo Mino Arum sebanyak 23 orang dengan susunan pengurus dan anggota sebagai berikut.
Ketua 1. SUPARJO, ST
2. PURWANTO, S.Pt
Sekretaris 1. YUSUF ARMAN K, S.Si
2. EKO PRIYANDOKO
Bendahara 1. LENGGONO
2. BUDI CAHYANTO
Seksi Humas AL AMRIN
Seksi Pembibitan EDI SISMANTO
Seksi Pemasaran KUATIJO
Seksi Litbang DWI PRIMASTA
Anggota SUGIYANTO
NGILMAN
AGUS ANDRIYANTO
WASITO
Drs. RUBIJO
SUROSO
MUTAKIN
SUGIYONO
SIMAN ASIH
ISWANTO
KUATIJO
NURUDIN
SUKARDI
KUSWADI
SETYO WIDODO
SARJIYONO

8. RENCANA PENGEMBANGAN
Target dari pengembangan Argo Mino Arum ada pada peningkatan produksi dan pola pemasaran yang baik. Peningkatan produksi dilakukan dengan cara perluasan lahan yang diikuti dangan penambahan modal. Penambahan modal selain merupakan modal pribadi, dapat dengan menarik partisipant dari luar untuk dapat menanamkan investasi dalam kelompok. Dapat pula dengan menggunakan pinjaman lunak dari instansi yang mendukung.
Pola pemasaran direncanakan untuk dapat mencapai titik kontinuitas dan kemitraan yang baik dengan berbagai pihak yang memungkinkan. Sehingga dengan hal itu produksi dapat berjalan dengan lancar dan berkesinambungan.